Buku psikologi karya Magla Mahfudz ini mampu membuka ikatan benang-benang kusut seputar konflik rumah tangga. Perlu dibaca oleh para ibu dan calon ibu yang mendambakan keharmonisan rumah tangga.
Karakter dasar perempuan yang emosional dan lelaki yang egois dapat disikapi dengan kecerdasan emosional istri sehingga konflik rumah tangga dapat teratasi.
Langkah-langkah praktis & realistisnya adalah:
(1) Yang tenang yang menang
Istri yang cerdas emosinya hanya akan berkonsentrasi pada tema yang menjadi konfik saja. Istri pemenang sadar bahwa keberhasilannya dalam menjaga ketenangan jauh lebih berharga daripada menyerah terhadap nafsu amarah.
(2) Minta maaf jika salah, tetap hormat jika benar
Istri yang cerdas akan meminta maaf dengan lembut dan memberikan penjelasan kepada suami bahwa dirinya tidak bermaksud buruk, bahwa ia mencintai dan menghormati suaminya. Diakhiri dengan inisiatif mengubah kondisi dengan keluar ruangan, bersikap biasa dan tidak membahas masalah tersebut di lain waktu.
Bila suami yang salah, istri harus menjaga agar suami tidak merasa kalah perang. Kebanyakan lelaki tidak suka minta maaf dengan ucapan tapi cukup dengan mengakhiri kondisi yang ada.
(3) Mengubah suami dengan manis
Mengubah suami tidak dapat dicapai melalui pertengkaran dan memaksakan pendapat, tetapi dengan mendorongnya untuk bersikap lebih lembut dan menyakinkan akan keuntungannya. Bermanis-manislah kepada suami dalam hal berkomunikasi dan berperilaku, dukung sekecil apapun perubahannya, tingkatkan respon dalam berhubungan intim.
(4) Berdamai melalui hubungan intim
Menolak ajakan suami berhubungan intim selain dilarang agama juga menghilangkan kesempatan emas untuk berdamai dan menghilangkan konflik. Para suami memang memanfaatkan hubungan intim untuk berdamai dengan istri, sebagai ganti permintaan maaf mereka secara terus terang. Istri yang cerdas harus menyambut gembira keinginan suami dalam menyelesaikan konflik.
(5) Jangan memperbesar masalah
Pahami karakter suami, istri tidak perlu mengharap diperlakukan yang sama karena suami adalah sosok yang lain. Ketika anda menghindari konflik, harus diingat bahwa hal iu semata-mata untuk kemaslahatan diri. Anda harus bersikap tenang dan tegas dalam menolak segala usaha untuk membesar-besarkan masalah. Hindarilah peran sebagai salah satu pihak dalam pertengkaran.
(6) Jauhkan intervensi orang ketiga
Istri hendaknya menjaga rahasia rumah tangga untuk mencegah semakin meruncingnya konflik sehingga tidak memperbesar masalah dengan suami. Tidak penting mempertimbangkan apakah orang ketiga tersebut berniat baik atau buruk.
(7) Jangan menyiksa diri
"Sikapilah watak suami yang tidak anda suka seperti menyikapi kamar yang sempit. Daripada mengeluh karena kondisi kamar yang terlalu sempit, lebih baik dengan cerdas anda memilih warna apa yang bisa membuatnya tampak lebih luas, atau memilih furniture yang cocok yang memberi kebebasan bergerak."
(8) Hindari pantangan suami
Istri hendaknya tidak membahas hal-hal yang menjadi pantangan suami atau membuatnya terganggu, seperti membicarakan sejumlah anggota keluarganya, membahas hubungan cintanya di masa lalu, atau apa saja yang menjadi titik kelemahan suami.
(9) Tidak perlu lari
Manfaatkan konflik yang ada untuk mengetahui titik kelemahan rumah tangga anda, lalu tangani kelemahan itu.
Sampai dimana kita memahami pasangan masing-masing?
Menjadi ibu rumah tangga memang tidak mudah… Dalam hal ini, saya masih "playgroup" - masih dalam tahap main rumah tangga-rumah tanggaan.